Pages

Total Tayangan Halaman

Translate

Rabu, 29 Mei 2013

Materi IPS Kelas IX Bab 11 SMK/ MAK

Harga Keseimbangan Dan Elastisitas

Harga yang terbentuk dari titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran
disebut harga keseimbagan atau harga ekuilibrium. Dalam ilmu ekonomi, harga
keseimbangan itu dikenal dengan  harga pasar.  Terbentuknya harga dan kualitas
keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan
penjual (produsen). Namun demikian, kedua belah pihak pada dasarnya memiliki taksiran
yang berbeda-beda terhadap sebuah harga barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar.
Taksiran harga yang diberikan oleh konsumen dan produsen tersebut disebut harga
subjektif.
Berdasarkan subjeknya, pembeli dipasar dapat dikelompokkan menjadi sebagai
berikut:
a.  Pembeli marjinal
Pembeli marjinal adalah pembeli yang harga taksirannya sama dengan harga pasar.
b.  Pembeli supermarjinal
Pembeli supermarjinal adalah pembeli yang harga taksirannya melebihi harga pasar.
Mereka merasa bahwa harga barang yang dibayar terlalu murah, sehingga merasa
mendapat keuntungan. Keuntungan ini disebut premi konsumen.
c.  Pembeli submarjinal
Pembeli submarjinal adalah pembeli yang harga taksirannya diibawah harga yang ada
dipasar. Mereka tidak membeli karena menurut mereka harga itu terlalu mahal.
Berdasarkan harga subjektifnya, penjual di pasar dapat dikelompokkan menjadi seperti
berikut:
a.  Penjual marjinal
Penjual marjinal adalah penjual yang harga pokoknya sama dengan harga yang ada
dipasar. Untuk menjual mereka menunggu harga naik supaya memperoleh keuntungan.
b.  Penjual supermarjinal
Penjual supermarjinal adalah penjual  yang harga pokoknya dibawah harga pasar.
Menurut mereka harga pasar ini menguntungkan karena hrgs pokok mereka lebih
murah atau dibawah harga pasar. Keuntungan ini disebut premi produsen.
c.  Penjual supmarjinal
Penjual submarjinal adalah penjual yang harga pokoknya diatas harga pasar. Mereka
menjual menunggu kenaikan harga agar mendapat keuntungan.
Handout IPS Kelas XI Sem 4  Page 20
Pembeli marjinal dan pembeli supermarjinal adalah pembeli potensial yang akhirnya
menjadi pembeli efektif, sedangkan pembeli suubmarjinal adalah sebagai pembeli absolut.
Pembeli potensial  adalah pembeli yang ungun membeli dan mempunyai keinginan
untuk membeli. Sedangkan  pembeli absolut  adalah pembeli yang ingin membeli tetapi
tidak memiliki kemampuan untuk membeli.
PEMBETUKAN HARGA KEEIMBANGAN
Keseimbangan adalah kombinasi harga dan kualitas di mana kualitas yang diminta dan
yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, besar titik
keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak
penjual.
Dalam proses pembentukan harga berlaku hukum permintaan dan hikum penawaran.
Hukum  permintaan  mengatakan bahwa kualitas permintaan berbanding terbalik dengan
harga. Jika harga naik, maka kualitas yang diminta turun. Sebaliknya, jika harga turun maka
kualitas yang diminta naik. Sedangkan harga  penawaran  mrngatakan bahwa kualitas
penawaran berbanding lurus dengan harga. Jika harga turun, kualitas yang ditawarkam
berkurang. Sebaliknya jika harga naik, kualitas yang ditawarkan bertambah. Kedua hukum
itu berlaku pada kondisi ceteris parabus. Artinya, selain harga, faktor lain bersifat tetap/
tidak berubah.
PENGESERAN  TITIK KESEIMBANGAN
1.  Pengeseran titik keseimbangan
Keseimbangan adalah kombinasi harga dan kuantitas pada saat kuantitas yang di
minta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai,
biasanya tidak ada dorongan bagi produsen atau konsumen untuk beralih dari titik
keseimbangan ini. Harga keseimbangan akan berudah hanya jika permintaan dan / atau
penawaran berubah. Artinya, titik keseimbangan akan berubah apabila faktor  –  faktor
yang mempengaruhi permintaan dan penawaran berubah.
Apabila pemintaan berubah sementara penawaran tetap. Barang yang ditawarkan
lebih besar daripada yang diminta akan mendorong produsen mengurangi produsi dan
menurunkan harga. Dengan demikian, penurunan permintaan menimbulkan harga dan
kuantitas keseimbangan yang lebih rendah. Kurva permintaan bergeser ke kiri.
Apabila permintaan meningkat, maka kurva permintaan bergeser ke kanan.
Pengaruh permintaan kekanan adalah barang yang ditawarkan lebih kecil dari yang
diminta. Sehingga produsen menambah produksi dan menaikan harga. Dengan
demikian, peningkatan permintaan akan menimbulakan harga dan kuantitas
keseimbangan lebih tinggi
2.  Pengeseran kurva penawaran
Jika penawaran  berubah maka harga dan kuantitas keseimbangan juga berubah.,
mestipun permintaan tetap. Jika penawaran berkurang maka kurva penwaran akan
bergeser ke kiri. Sebaliknya jika penawaran bertambah maka kurva penawaran akan
bergeser ke kanan.
Penawaran menurun  menimbulkan harga keseimbangan lebih tinggi namun
dengan kuantitas keseimbangan yang lebih rendah. Peningkatan penawaran akan
Handout IPS Kelas XI Sem 4  Page 21
menimbulkan harga keseimbangan yang rendah namun dengan kuantitas
keseimbangan yang lebih tinggi.
Misalnya pada harga Rp.20,00  jumlah permintaan 30 unit. Jika jumlah permintaan meningkat 40
unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00. Perhatikan di grafik: E akan berubah menjadi E1.




Contoh 1
Diketahui fungsi permintaan dan penawaran adalah sebagai berikut.
I --------Fungsi permintaan Qd = 15 - 2P
II -------Fungsi penawaran Qs = - 5 + 2P
Hitunglah harga dan output keseimbangan !




Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga sebesar Rp5,00 dan output sebanyak5 unit.
Contoh 2
Di kota Surakarta terdapat 20.000 orang yang membeli ponsel "X" diketahui bahwa fungsi
permintaan masing-masing adalah Qd = 10  -  4P. Jumlah orang yang menjual ponsel "X" sebanyak
500 orang dengan fungsi penawaran masing-masing adalah Qs = 40P. Berapakah harga dan output
keseimbangannya!
Jawab:
Fungsi permintaan pasar: Qd  = 20.000 (10 - 4P)
                                                = 200.000 - 80.000P
Fungsi penawaran pasar: Qs    = 500 (40P)
                                                = 20.000P
Keseimbangan pasar:  Qd        =   Qs
            200.000 - 80.000P       =  20.000P
                        100.000P         =  200.000
                                    P          = 2
Langkah selanjutnya untuk menentukan output masukkan persamaan fungsi permintaannya.
Q = 200.000 - 80.000P                        atau Q  = 500 (40p)
  = 200.000 - 80.000 (2) = 40.000                   = 500.40.2 = 40.000
Jadi, keseimbangan tercapai pada saat harga Rp2,00 dan  output  keseimbangan sebanyak 40.000
unit.
Elastisitas Permintaan
A. Pengertian
Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang
diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang
disebut Koefisien Elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan huruf ED ( Elasticity
Demand
B. Macam-macam Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya
tingkat koefisien elastisitasnya
  In Elastis Sempurna (E = 0)
  In Elastis (E < 1)
  Elastis Uniter (E = 1)
  Elastis Sempurna ( E = ~ )
  Elastis (E > 1)
C. Perhitungan Koefisien Elastisitas Permintaan
Untuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnya
tingkat koefisien elastisitasnya.
Hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan selalu negatif, karena berbanding terbalik
antara harga barang dengan jumlah permintaan.
Beberapa cara untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan:
Membandingkan antara % perubahan jumlah permintaan dengan % perubahan harga




RUMUS 1
Perubahan permintaan = 900 unit - 1.000 unit = - 100 unit.
Perubahan harga Rp.960,00 - Rp.800,00 = Rp.160,00


RUMUS KE-2

 




RUMUS KE-3




Elastisitas Penawaran
Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama prinsipnya dengan koefisien elastisitas
permintaan. Hasil perhitungan koefisien elastisitas penawaran selalu positif, karena berbanding
lurus antara jumlah penawaran dengan harga barang.
Rumus perhitungan koefisien penawaran:




Materi IPS Kelas IX Bab 12 SMK/ MAK

Pasar Persaingan Sempurna Dang Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pengertian Pasar Barang dan Jasa
Dalam zaman modern saat ini, sesuai dengan kemajuan teknologi dan komunikasi,
pasar tidak selalu dihubungkan dengan tempat dan waktu tertentu. Misalnya, melalui
telepon, telegram dan internet, jual beli dapat berlangsung setiap saat. Jenia barang yang
diperdagangkan cukup disebut kualitas dan standarnya saja, tidak selalu  harus dibawa ke
pasar. Pasar abstrak adalah pasar yang memperjualbelikan barang-barang yang menunjukan
kualitas dan standarnya. Sebaliknya, pasar yang memperjualbelikan barang secara nyata
disebut pasar konkret. Jadi, pasar dalm arti ekonomi yaitu media pertemuan penjual dan
pembeli uantuk mengadakan interaksi jual beli barang dan jasa.
  Bentuk-Bentuk Pasar
1.  Menurut jenis barang yang diperjualbelikan
a.  Pasar barang konsumsi
Barang-barang yang diperjualbelikan adalah barang-barang siap pakai atau
barang jadi. Contohnya : makanan, minuman, pakaian, sepeda, dll.
b.  Pasar faktor produksi
Yang diperjualbelikan berupa sumber daya yang berguna bagi kelancaran
proses produksi, seperti tenaga kerja dan modal. Conohnya : pasar tenaga
kerja dan pasar modal.
2.  Menurut luas kegiatan distribusi
a.  Pasar lokal (setempat)
  Nama pasar besar biasanya mengikuti nama kota yang bersangkutan.
Contohnya : pasar besar Surabaya, pasar besar Yogyakarta, pasar besar
Medan, dll.
  Nama pasar kecil biasanya mengikuti tempat pasar itu berada.
Contohnya : di Surabaya misalnya terdapat pasar Wonokromo yang
terletak di Jalan Wonokromo.
b.  Pasar daerah
Pasar daerah merupakan pasar yang berada di kota-kota kabupaten, kota
madya atau provinsi. Pasar daerah berlaku dalam suatu daerah tertentu.
Contohnya :  pasar cabai Lampung, pasar kopra Sulawesi, dll. Informasi
tntang harga barang yang diperjualbelikan biasanya disampaikan secara
harian melalui media penyiaran seperti radio (RRI).
c.  Pasar nasional
Pasar nasional dapat disebut sebagai pasar negara karena berlakunya harga
dalam suatu negara tertentu atau berlaku secara nasional. Contohnya :
pasar kopi Berazil, pasar karet Indonesia, pasar bunga tulip Belanda, dsb.
Harga barang-barang dalam pasar tersebut berlaku secara nasional bagi
negara yang bersangkutan.
d.  Pasar internasional
Pasar dengan ciri-ciri barang-barang yang diperdagangkan melewati batas
suatu negara. Dalam pasar internasional, harga berlaku secara internasional
atau harga berlaku secara global. Contohnya : pasar tembakau di Bremen
(Jerman), pasar wol di Sidney (Australia), dll.
3.  Menurut waktu terjadinya
a.  Pasar harian
Pasar yang buka setiap hari dan memperjualbelikan barang kebutuhan
hidup. Contoh : pasar tradisional dan pasar swalayan.
b.  Pasar mingguan
Pasar yang buka atau diadakan seminggu sekali. Contoh : pasar pon, pasar
wage, pasar kliwon, dll.
c.  Pasar bulanan
Pasar yang diadakan sebulan sekali. Contoh : bazaar dan arena promosi.
d.  Pasar tahunan
Pasar yang diadakan setahun sekali. Contoh : pekan raya Jakarta.
4.  Menurut bentuk dan strukturnya
1.   Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali
dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang
banyak.
Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna:
(1) jumlah penjual danpembeli banyak;
(2) barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satusama lain;
(3) penjual bersifat pengambil harga (price taker);
(4) harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand andsupply);
(5) posisi tawar konsumen kuat;
(6) sulit memperoleh keuntungandi atas rata-rata;
(7) sensitif terhadap perubahan harga; dan
(8) mudah untuk masuk dan keluar dari pasar.
2.   Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak
dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain.
Contoh produknya adalah makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku,
dansebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik:
(1) untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda;
(2) mirip dengan pasar persaingan sempurna;
(3) brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda;
(4)produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga;
(5) relatif mudah keluar masuk pasar.
3.   Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa
produsen atau penjual dalam satu wilayah area.
Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil
di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli:
(1) harga produk yang dijual relatifsama;
(2) pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses;
(3) sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar; dan
(4) perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
4.   Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen
atau penjual. Contohnya seperti  Microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN),
perusahaan kereta api, dan
lain sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopoli:
(1) hanya terdapat satu penjual atau produsen;
(2) harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasaioleh perusahaan
monopoli;
(3) umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang
banyak;
(4) sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya
yang sulit didapat;
(5) hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan; dan 
(6) tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.
Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja
yang membeli produk yang dihasilkan. Monopoli dilarang dipraktekkan di negara Republik
Indonesia yang diperkuat dengan
undang-undang anti monopol

Materi IPS Kelas IX Bab 10 SMK/ MAK

Permintaan Dan Penawaran

A. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada
         berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.                                                                Contoh:
Seorang siswa SMU Terbuka membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku yang
dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan disepakati harga
sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan kemampuannya, maka siswa
tersebut membeli 4 buah buku tulis. Contoh  tersebut di atas adalah contoh permintaan
perseorangan. Jika dalam satu sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli
100 orang dengan jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.
Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
1.  Permintaan absolut (absolut demand).Permintaan absolut adalah seluruh permintaan
terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang
tidak bertenaga beli.
2.  Permintaan efektif (effective demand)Permintaan efektif adalah  permintaan terhadap
barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.
B. Hukum Permintaan
Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris
paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila  harga mengalami
penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga
mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”.
Hukum permintaan berbanding terbalik dengan harga.
Contoh:
Jika harga kendaraan turun dari mahal ke murah, jumlah yang membeli semakin banyak dan
sebaliknya jika harga kendaraan naik dari murah ke mahal, maka jumlah yang membeli semakin
sedikit.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
1.  Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap
jumlah barang ya Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya
pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. ng
diminta
2.  Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa,
mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan
sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya
terhadap jumlah permintaan berbeda
3.  Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya
pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara
keseluruhan jumlah permintaan akan turun
4.  Pertambahan penduduk

Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka
jumlah permintaan akan meningkat.
5.  Selera (Taste)
6.  Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang
akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
7.  Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga
barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya
Contoh:
Pada saat harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih
membeli jagung sebagai pengganti beras.
D. Kurva Permintaan
Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta.
Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P),
makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena
Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu
membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.
Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi
membeli karena mampu.
Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah barang
yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut





E. Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih  ingatkan, apa artinya?
Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami
perubahan/pergeseran.
Kurva permintaan dapat berubah karena:
Perubahan Harga
Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri.
b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.
Contoh 1:
Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah

permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan
meningkat menjadi 70 unit.
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.
A. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat
harga pada waktu dan tempat tertentu.
Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara
penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan.
Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga
barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun.
B. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang.Hukum ini juga tidak berlaku
mutlak cateris paribus. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan
hukum permintaan.
Coba bedakan di antara keduanya!
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi jumlah yang Ditawarkan
1.  Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
2.  Biaya produksi (input)
3.  Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan
mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
4.  Harapan keuntungan
5.  Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual.
Keuntungan yang besar akan diperoleh jika  harga barang murah, sehingga jumlah
penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan
6.  Kebutuhan akan uang tunai
7.  Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada
harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa
8.  Harapan harga masa yang akan dating
9.  Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih
menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah
penawaran
D. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan
jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga
barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih
jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.



Fungsi Permintaan




 

Blogger news

Blogroll

About

Semoga materi yang terkandung dapat bermanfaat bagi pembaca